KAJIAN TAFSIR TEMATIK

NABI ISA DALAM PERSEKTIF AL-QUR’AN V

(Nabi Nabi  Bukan anak Tuhan atau Tuhan)

oleh: Faizin (Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang)

Nama al-Masih ‘Îsâ Ibn Maryam adalah nama yang lansung diberikan Allah dan ia merupakan ketegasan Allah bahwa ‘Îsâ itu bukanlah anak Allah, Isa adalah anak Maryam yang dilahirkann dari rahimnya seperti layaknya manusia biasa. Hal ini terulang 21 kali di dalam al-Qur’ân, selain itu al-Qur’ân secara tegas menafikan bahwa ‘Îsâ itu adalah anak Allah (عيسى ابن الله). Firman Allah:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al-Taubah/9: 30-31)

Anggapan orang Nashrani bahwa Isa adalah Anak Allah tidak saja merupakan perkataan namun ia sudah menjadi keyakinan. Keyakinan ini timbul antara lain disebabkan Isa lahir tampa ayah. Hal ini dibantah dalam ayat di atas dengan menggunkan redaksi ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ (itulah ucapan mereka dengan mulut mereka). Ini mengisyaratkan bahwa ajaran trinitas tidak dapat dimengerti oleh logika pengucapnya sekalipun, penganutnya hanya mengucapkan dengan lidahnya akan tetapi sesungguhnya akal mereka – akal siapa saja – sangat sulit menerimanya. Itulah yang menjadi sebab pengenut ajaran ini menamakan dogma ini sebagai dogma yang harus diterima dengan menutup mata. Paham ini tidak dimengeri oleh akal, bahkan bertentangan dengannya. Ia tidak dapat dijelaskan dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tatapi karena ia harus diterima untuk diyakini, maka ia hanya dapat diucapkan dengan lidah, tampa harus memahami maknanya.

Ajaran anak Tuhan yang sudah dilakukan oleh orang kafir sebelumnya dan kaum Nashrani hanya menyadur apa yang meraka katakan dan percayai tersebut. Orang kafir terdahulu, bisa dalam cakupan penganut ajaran Budha dan Brahma di mana mereka meyakini Trinitas: Brahma, Sinu, dan Siwa. Selain itu, kepercayaan Mesir Kuno juga menganut Trinitas, yaitu: Uzeres, Izis, dan Houris. Uzeres adalah tuhan Bapak dan Houris merupakan tuhan anak. Tentang trinitas ini, sebenarnya telah diketahui oleh masyarakat ketika ayat ini turun, bahkan mereka tahu bahwa sumber trinitas yang di anut oleh Nashrani adalah trinitas yang telah dianut oleh orang-orang kafir sebelumnya. Di sinilah letak kemukjizatan al-Qur’ân yang tahu benar apa yang terjadi di dalam sejarah umat manusia.

Apa yang dilakukan oleh kaum Nashrani tersebut digambarkan sebagai perbuatan yang melampaui batas dalam beragama. Hal ini dipaparkan al-Qur’ân secera tegas dalam surat al-Nisâ’ ayat 171:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انْتَهُوا خَيْراً لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلاً) (النساء:171)

Artinya: Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan:”(Ilah itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. Al-Nisâ/4:171)

Salah satu sikap melampaui batas dalam agama yang dijelaskan dalam ayat di atas ialah mengangap ‘Îsâ adalah anak Allah atau Allah, hal ini di sangkal oleh al-Qur’ân bahwa Isa itu adalah anak Maryam bukan anak Allah, dia adalah manusia biasa yang diutus oleh Allah sebagai Rasul, Tuhan yang sebenarnya adalah Allah, Ia Maha Suci dan tidak mempunyai anak.

مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ

Bentuk lain dari sikap melampaui batas itu ialah meyakini trinitas yang secara tegas dilarang oleh Allah.

Akibat yang ditanggung oleh perbuatan yang sama akan melahirkan hukuman yang sama pula. Mempercai apa yang diyakini oleh orang kafir menyebabkan pelakunya terseret ke lembah kekafiran. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam firmannya:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam.” Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?.” Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Mâidah/5: 17)

Suatu yang mengandung kepastian bahwa orang yang mempersekutukan Allah dengan menjadikan ciptaannya sebagai Tuhan adalah wujud kekafiran yang nyata. Melalui ayat di atas, Allah ingin menjelaskan bahwa wujud ‘Îsâ dan Ibunya Maryam adalah manusia biasa yang berada dibawah kekuasaan-nya, sehingga mereka bisa dibinasakan oleh Allah  kapan saja Ia kehendaki. Allah, melalui ayat di atas ingin menegaskan bahwa Isa yang dianggap sebagai tuhan orang kafir itu dapat binasa, sementara Allah SWT yang mereka sekutui tidak dapat binasa dan tidak mampu dibinasakan.

Timbul perdebatan yang sengit antara Islam dan Kristen, kitika Islam memandang bahwa agama kristen tidak hanya meyakini Isa sebagai Tuhan atau anak Tuhan, tetapi mereka juga mengakui dan mengimani bahwa Maryam adalah Tuhan. Pandangan ini muncul berdasarkan ayat al-Qur’ân tepatnya surat Al-Mâidah ayat 116 :

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman:”Hai‘Îsâ putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:”Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Ilah selain Allah”. ‘Îsâ menjawab:”Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engaku telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (QS. Al-Mâidah/5:116)

Dalam hal ini penganut agama Kristen beranggapan bahwa al-Qur’ân telah menyalahi ajaran Kristen, alasannya Kristen tidak meyakani bahwa Maryam adalah Tuhan.[1] Penting dicatatat bahwa kristen membunyai banyak sekte, ada yang baru dan sudah banyak pula yang telah lenyap dikikis masa. Dewasa ini ada kelompok agama kristen yang menamai dirinya Nashrani tetapi menolak ketuhanan Yesus dengan alasan ‘Îsâ ‘alaih al-Salâm dalam Injil melarang menyembah kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu dalam sejarah ada juga sekte yang dinamai dengan al-Maryamiyah, yang percaya Maryam adalah Tuhan.[2]

Ilah dalam ayat di atas dapat dimaknai dengan nilai-nilai yang dianggap luhur dan diagungkan, sehingga mengarahkan aktivitas seseorang. Ilah dalam arti ini, dipahami bahwa orang Kristen dapat dikatakan mempertuhankan Maryam. Dan dalam arti ini pula bahwa gereja-gereja Kristen mengakui adanya ibadah terhadap Maryam setelah Masa Konstantine, dan hal ini ditolak oleh Protestan. Bukti adanya Ibadah terhadap Maryam dapat dilihat dalam buku al-Sawâ’I yang merupakan refrensi utama Kristen Romawi Ortodoks.[3]

Berdasarkan bukti-bukti ini, dapat disimpulakan bahwa apa yang dikemukakan al-Qur’ân tentang adanya keyakinan orang-orang yang mengaku pengikut Nabi ‘Îsâ yang menjadikan ‘Îsâ dan Maryam sebagai Tuhan tidaklah keliru, bahkan sesuai dengan kenyataan. Dengan ini pula al-Qur’ân telah membantah pendangan yang keliru dari kalangan Nashrani khususnya.


Tentang faizin

Tidak kita sadari dunia ini semakin berubah dengan berbagai assesoris dan pernak-perniknya. Menikmatinya adalah anugerah yang tak terukur. Sedikit saja mengintainya akan nampak berbagai tirai yang menghiasinya. Akankah aku punya opsesi untuk menarangkainya menjadi bagian dari hidupku.

Posted on Juni 12, 2010, in Kajian Ushuluddin, Khazanah Tafsir. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. salam ‘alaykum,
    kajian yang sanga menarik, matur nuwun Pak……
    pak akhir2 ini saya sedang diskusi dengan seorang nasrani, kalo kitab al-Sawâ’I yang merupakan refrensi utama Kristen Romawi Ortodoks itu dalam bahsa latinnya apa pak? atau judul aslinya …
    terima kasih sebelumnya …

    wassalam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.